Menjaga Tradisi Bayar Iuran Pakai Beras Secangkir
Pancak silat bagian dari budaya asli indonesia, konon pesilat di era kejayaannya. Begiti hebat dan sangat disegani di lingkungan sekitarnya. Namun kini para pesilat harus berjuang keras menjaga eksitensi di era serba modern. Seperti apa?
SELASA malam, salah satu pekarangan rumah yang ada di Dusun Kalisata, Desa/ Kecamatan Bangsalsari, ramai dengan anak-anak remaja. Mengenakan baju serba hitam. kain odeng Madura, mereka ikat di pinggangnya masing-masing ada juga yang menggunkan sarung. Mereka berlatih silat cimande.
Seorang anak yang masih duduk di bangku TK, juga ikut barisan para pendekar muda bicara pun tak lancar. Namun saat memeperangkat jurus dasar , dia begitu lihai mempergakan. Tidak hanmya seorang setidaknya 9ada enam anak balita, yang ikut berlatih diperguruan silat cimande setia kawan.
Alim Sunggono pimpinan perguruan silat dengan anggota ratusan orang. Dai terus perguruan silat yang didirikan almarhum ayahnya.
Sang ayah bernama Sudari alias pak leng, dikenal sebagai jawara silat di bangsalsari. Konon, sudah sejak 35 tahunan ayahnya mendirikan perguruann silat itu






